PENDAHULUAN MENGENAI KASUS INVESTASI BODONG ONLINE
Kasus investasi bodong online, Al-Amanah kini dilaporkan oleh para nasabahnya. Namun setelah dicek petugas kepolisian, alamat kantor investasi yang terletak di Bandung, Jawa Barat itu ternyata fiktif belaka.
"Kantor pusatnya yang beralamat di Jl Mawar 3 Dago Pakar Resort, Bandung, Jabar itu setelah dicek tidak ada, kosong," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kepada wartawan, Rabu (8/8).
Perusahaan bisnis investasi online ini, lanjut Rikwanto, tidak menawarkan keuntungan atau investasi berupa barang, melainkan dengan secara gamblang menjaring para investornya dengan iming-iming bunga ratusan persen tiap bulannya setelah mereka menanamkan modal.
Di investasi ini terdapat 3 paket, yaitu Paket A dengan tanam modal 1-5 juta lalu nanti bulan depannya mendapat keuntungan 100 persen, untuk Paket B dengan tanam modal 5-10 juta akan dapat keuntungan 150 persen. Sedangkan, Paket C, dengan tanam modal 10 juta ke atas nilai keuntungannya mencapai 200 persen.
"Jadi makin banyak uang yang disetor, makin banyak bonus yang didapat, terakumulasi. Makanya banyak yang tertarik," ucap Rikwanto.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, investasi Amanah berdiri awal Agustus 2011 lalu dan sampai saat ini sudah 13.000 investor di seluruh Indonesia yang ketar ketir lantaran uang puluhan hingga ratusan juta yang diinvestasikannya tidak jelas dan bonus yang dijanjikan tidak juga didapat.
Seorang korban investasi yakni, RP, telah melaporkan Amanah ke SPK Polda Metro Jaya, Kamis (28/7) lalu pukul 15.45 WIB. Dalam laporan bernomor TBL/2241/VI/2012/PMJ/Dit Reskrimum yang dilaporkan ialah Much. Sholeh Suaidi selaku ketua dari Amanah yang telah melakukan penipuan sebesar Rp 1.140.000.000.
SUMBER (MERDEKA.COM )
Rabu, 8 Agustus 2012 15:41:40
Kasus investasi bodong online, Al-Amanah kini dilaporkan oleh para nasabahnya. Namun setelah dicek petugas kepolisian, alamat kantor investasi yang terletak di Bandung, Jawa Barat itu ternyata fiktif belaka.
"Kantor pusatnya yang beralamat di Jl Mawar 3 Dago Pakar Resort, Bandung, Jabar itu setelah dicek tidak ada, kosong," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kepada wartawan, Rabu (8/8).
Perusahaan bisnis investasi online ini, lanjut Rikwanto, tidak menawarkan keuntungan atau investasi berupa barang, melainkan dengan secara gamblang menjaring para investornya dengan iming-iming bunga ratusan persen tiap bulannya setelah mereka menanamkan modal.
Di investasi ini terdapat 3 paket, yaitu Paket A dengan tanam modal 1-5 juta lalu nanti bulan depannya mendapat keuntungan 100 persen, untuk Paket B dengan tanam modal 5-10 juta akan dapat keuntungan 150 persen. Sedangkan, Paket C, dengan tanam modal 10 juta ke atas nilai keuntungannya mencapai 200 persen.
"Jadi makin banyak uang yang disetor, makin banyak bonus yang didapat, terakumulasi. Makanya banyak yang tertarik," ucap Rikwanto.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, investasi Amanah berdiri awal Agustus 2011 lalu dan sampai saat ini sudah 13.000 investor di seluruh Indonesia yang ketar ketir lantaran uang puluhan hingga ratusan juta yang diinvestasikannya tidak jelas dan bonus yang dijanjikan tidak juga didapat.
Seorang korban investasi yakni, RP, telah melaporkan Amanah ke SPK Polda Metro Jaya, Kamis (28/7) lalu pukul 15.45 WIB. Dalam laporan bernomor TBL/2241/VI/2012/PMJ/Dit Reskrimum yang dilaporkan ialah Much. Sholeh Suaidi selaku ketua dari Amanah yang telah melakukan penipuan sebesar Rp 1.140.000.000.
SUMBER (MERDEKA.COM )
Rabu, 8 Agustus 2012 15:41:40
0 komentar:
Posting Komentar